Senin, 02 Maret 2015

Wisata Religi Makam Pangeran Diponegoro Makassar


Setelah menjadi tahanan Belanda dan diasingkan ke Fort Rotterdam, Pangeran Diponegoro akhirnya wafat pada 8 Januari 1855 dan di makamkan di kompleks Makam Pangeran Diponegoro.

Letak Makam Pangeran Diponegoro berdekatan dengan Benteng Rotterdam dan  pusat perbelanjaan Pasar Sentral Makassar. 

Hingga kini nama Pangeran Diponegoro masih di abadikan menjadi nama jalan – jalan protokol di seluruh Indonesia.

Begitu pula di sekitar komplek makam yang dibangun sekitar tahun 1970-an, sebelum menjadi jalan Diponegoro jalan tersebut bernama Jalan Maccini Ayo.

Selain Makam Diponegoro berderet makam – makam Kelurga Pangeran Diponegoro dan Makam Raja diantaranya  ada Makam Putera Sultan Hamengku Buwono III, Raden Mas Ontowiryo dan makam sang Istri Raden Ayu Ratu Ratna Ningsih yang wafat tahun  1865.


Ada pula Enam Makam Putra - Putri Pangeran Diponegoro antara lain BRM Abdul Rahman, BRM Abdul Rahim, BRA Putri Munadimah, BRM Abdul Gan serta BRM Abdul Gafur. 

Selain itu adapula makam cucu dan cicit Pangeran Diponegoro, Makam para pengawal serta pengikut Pangeran Diponegoro yang juga di makamkan di Kompleks pemakaman ini.

Saat malam hari komplek makam Pangeran Diponegoro terlihat sangat ramai dan banyak di kunjungi para Wisatawan yang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan konon kabarnya sebagian besar Pejabat di Indonesia sering berziarah ke Makam Diponegoro mereka diantaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mantan Presiden RI Gus Dur dan beberapa Pejabat Militer.

Para wisatawan yang ingin berziarah ke makam Pangeran Diponegoro dapat melintasi jalur Angkutan Kota Pete - Pete jurusan Pasar Sentral Makassar yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Raden Mas Saleh Cangga Diponegoro (69 tahun) selaku Juru kunci makam Pangeran Diponegoro mengungkap para Peziarah yang datang ke komplek ini sebagian besar berasal dari luar Pulau Jawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar