Rabu, 28 Januari 2015

Menyingkap Sejarah Benteng Rotterdam Makassar


Benteng Rotterdam Makassar yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja ke-9 ini merupakan peninggalan Kerajaan Gowa  Tallo .

Pada awalnya, benteng yang juga disebut Fort Rotterdam ini dibangun dengan menggunakan bahan tanah liat dan putih telur namun bangunan Benteng tersebut di sempurnakan oleh Raja ke-14.

Jika di perhatiakan dari atas bangunan Benteng Kuno ini lebih menyerupai seekor Kura – Kura yang tengah berjalan menuju ke arah laut. Hewan Penyu sendiri di pilih untuk Simbol karena hewan ini mampu bertahan hidup di air dan di darat, sama halnya dengan Kerajaan Gowa-Tallo yang juga selama berabad – abad lamanya berjaya di Darat dan Lautan .

Pada mulanya Benteng Rotterdam bernama Benteng Ujungpandang hingga akhirnya Benteng ini jatuh ke tangan Belanda berubah nama menjadi Fort Rotterdam.

Pada masa penjajahan Belanda benteng Rotterdam berfungsi sebagai tempat penyimpanan rempah – rempah hasil rampasan orang Pribumi atau Rakyat Indonesia.

Di Komplek Fort Rotterdam terdapat 13 bangunan dan 5 buah menara salah satu menara di dunakan sebagi Pintu masuk.

Empat menara lainnya tersebar di setiap penjuru komplek Benteng, selain menara ada pula Museum yang bernama Museum La Galigo .

Di Museum ini banyak tersimpan benda – benda kuno bersejarah yang sebagian besar merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Bangunan Museum ini juga di percaya sebagai tempat pengasingan Pangeran Diponegoro.

Harga Tiket masuk Benteng Rotterdam Makassar untuk Dewasa sebesar Rp 8.000,- per orang, Objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08 .00 hingga Pukul 18.00 sore, sementara itu khusus untuk Museum La Galigo hanya buka setiap hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 08:00 hingga pukul 12.00 siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar